Syeh buti semoga Allah merahmatinya:

Kejahatan nafsu dan hawa-nafsu adalah sangat berbahaya kepada kelangsungan iman, dia-lah yang akan menghancurkan Iman.
Nafsu ini tidak bisa hilang dan hancur kecuali dengan 'tazkiyah' yang diperintahkan oleh Allah ta'ala berulang-ulang dalam keterangan kitab nya.
Jalan tazkiyah ini adalah dengan memerangi nafsu dengan berdzikir dan selalu mengingat-ingat pengawasan Allah ta'ala.

Alfatehah

Syeh buti Semoga Allah merahmatinya:

UMMAT ISLAM DULU DAN SEKARANG

Umat Islam pada zaman dulu berkhidmat kepada Islam dengan badannya, rohnya, hartanya dan segala yang mereka miliki.
Adapun umat Islam pada masa sekarang berkhidmah kepada Islam untuk kepentingan pribadinya, mereka menjadikan Islam sebagai jalan untuk mengangkat kedudukannya melalui haflah dan Muktamar-Muktamar yang mereka adakan.
Sehingga ketika pertentangan antara Islam dan kepentingan mereka, mereka lupa Islam ini yang mereka dulu bangga-banggakan.

Alfarehah

Foto

💎 *Pelajaran Sejarah Nabi 18* 💎

_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_

*Bai'atul Aqabah 1*

Setelah bertemu dengan Nabi ﷺ pada musim haji, sahabat Anshor pulang ke Madinah dan menyebarkan Agama Islam di Madinah. Maka pada tahun itu menyebarlah Islam di Kota Madinah.

Ketika musim haji selanjutnya, sahabat-sahabat Anshor yang jumlahnya 12 laki-laki pergi ke Makkah untuk menemui Nabi ﷺ kembali, di tempat yang bernama Aqabah. Di tempat itu mereka membuat perjanjian (Baiat) kepada Rasulullah ﷺ seperti bai'atnya perempuan (tidak menyebut perang dan jihad). Nabi ﷺ mengatakan, "Mari kalian saya bai'at, kalian tidak menyekutukan Allah ﷻ dengan selain-Nya, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kalian, tidak berbohong di depan tangan-kaki kalian, dan tidak melawan perintahku yang bagus. Barangsiapa dari kalian memenuhi perjanjian ini maka pahalanya dipasrahkan kepada Allah ﷻ dan barangsiapa dari kalian melanggar salah satu perjanjian ini lalu dia disiksa di dunia, maka itu menjadi kafaroh baginya (pelebur dosa), dan barangsiapa yang melanggar salah satu perjanjian tadi lalu Allah ﷻ menutupinya maka masalahnya dipasrahkan kepada Allah ﷻ, kalau Allah ﷻ menghendaki maka menyiksanya, kalau Allah ﷻ menghendaki maka mengampuninya".

Ketika mereka pulang kembali ke Madinah, Nabi ﷺ mengutus bersama mereka sahabatnya yang bernama Mus'ab bin Umair. Nabi ﷺ memerintahkannya untuk membacakan Al Qur'an pada sahabat-sahabat Anshor di Madinah, mengajarinya Agama Islam, dan memahamkannya. Karena itu beliau dinamakan _Muqriul Madinah_ (yang mengajar Al Qur'an di Kota Madinah).

🍅 Dari cerita _Siroh Nabawiyah_ di atas kita mengambil pelajaran bahwasanya Agama Islam itu bukan cuma mengucapkan dua kalimat syahadat, akan tetapi Islam adalah meyakini dengan mantap isi kedua kalimat itu lalu mengucapkannya dengan mulut, kemudian menetapi perjanjian yang diwajibkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, yaitu seorang Muslim harus mencetak dirinya dengan cetakan Islam, dengan berpegang teguh aturan-aturannya, akhlak-akhlaknya, dan dasar dasarnya.

Nabi ﷺ membaiat mereka supaya tidak mensekutukan Allah ﷻ, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak berbohong, dan tidak melakukan pembangkangan kepada Rasulullah ﷺ. Ini adalah sifat-sifat masyarakat Islam yang dibangun oleh Nabi ﷺ. Tugas Nabi ﷺ bukan mengajarkan dua kalimah syahadah lalu meninggalkan mereka melakukan kemaksiatan, membiarkan mereka terus menerus menetap kesalahan-kesalahan mereka, tetapi ketika seorang Muslim sudah berjanji masuk Agama Islam maka dia harus patuh dengan aturan-aturannya, dia menjadikan segala hukum cuma milik Allah ﷻ.

Alangkah mengherankannya apa yang dilakukan sebagian orang yang cinta kepada aturan-aturan, mereka tidak berterus terang untuk membuang Agama Islam tapi mereka mencari jalan untuk bernegoisiasi dengan Allah Sang Pencipta Alam, negosiasi mereka adalah dengan membagi masyarakat menjadi dua macam, satu milik mereka, dua milik Islam.

Islam memiliki Masjid, masyarakat, dan ibadah-ibadahnya masyarakat. Islam boleh menghukumi masyarakat dengan segala yang dikehendakinya.
Mereka memiliki aturan- aturan masyarakat, syariat- syariat masyarakat, dan akhlak-akhlaknya masyarakat, mereka boleh menentang Islam dalam masalah ini, mereka boleh mengganti hukum Islam sebagaimana yang mereka kehendaki.

Seandainya orang-orang yang membangkang kepada para Rasul Allah ﷻ yang diutus kepada mereka diperbolehkan untuk bernego seperti ini  maka mereka akan cepat-cepat untuk masuk Islam karena Islam yang model begini tidak mewajibkan mereka lepas dari jabatan dan keinginan mereka, dan mereka tidak akan ragu ragu untuk mau melakukan ritual-ritual ibadah, selama hukum dalam masyarakat masih di tangan mereka. Akan tetapi mereka tahu bahwasanya Agama Islam pertama kali yang diwajibkan oleh Allah adalah masuk dalam aturan yang lain, hukum yang lain, aturan dan hukum tadi itu cuma milik Allah subhanahu wa ta'ala.  Karena itu mereka membangkang kepada Allah ﷻ, Rasul-Nya, dan mereka keberatan untuk memperlihatkan Islamnya dan tunduk kepada ajakan Allah ﷻ. Ini adalah yang difirmankan oleh Allah ﷻ:

(أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا)
[سورة النساء 60]

_"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya"._

Mari kita memperbanyak sholawat di bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

💎 *Pelajaran Sejarah Nabi 17* 💎

_Oleh: KH. A. Wafi Maimoen_

*Masuk Islamnya orang-orang Anshor*

Setiap musim haji, Nabi muhammad shallallahu alaihi wa sallam selalu mengajak-ngajak Qabilah-Qabilah arab yang sedang ber-haji menuju ke mekah untuk men-tauhid kan Allah Ta'ala, akan tetapi tidak ada satu pun yang mau menerima ajakan nya.
Pada musim haji Nabi SAW mendatangi Qabilah-Qabilah arab di tempat perkumpulan mereka seperti pasar Ukadz, pasar Mijannah dan pasar Dzul Majaz, Nabi SAW mengatakan: "wahai manusia... ucapkanlah lailahaillallah maka kalian akan untung dan kalian akan menguasai orang-orang arab dan tunduk kepa kalian orang-orang ajam, kalau kalian iman maka kalian akan menjadi raja-raja di surga".
Abu Lahab paman Nabi SAW selalu di belakangnya mengatakan: jangan ikuti orang ini karena dia orang murtad dan orang bohong.
Maka orang-orang arab sama tidak menerima ajakan Nabi SAW, menolaknya bahkan menyakitiNya.
Pada tahun 11 dari kenabian, ketika musim haji, Nabi SAW bertemu dengan orang-orang Qabilah Khozraj dari orang-orang madinah, Nabi SAW bertanya: "Siapa kalian?". Khozraj: Kami golongan dari Qabilah Khozraj. Nabi SAW:  "Apakah teman-teman orang yahudi ?". Khozraj: benar. Nabi SAW:  "mau kah kalian duduk? saya kepingin berbicara dengan kalian". Mereka duduk lalu Nabi SAW mulai mengajak untuk menyembah Allah Ta'ala, nabi menawarkan agama islam dan membacakan alquran. Akhirna mereka mau menerima agama islam karena orang-orang yahudi madinah selalu mengabarkan tentang Nabi SAW, orang-orang yahudi mengatakan kepada mereka: sungguh nabi telah diutus sekarang ini, sudah datang waktunya, kita akan mengikutinya dan akan membunuh kalian sebagaimana dibunuh nya kaum Aad dan kaum Iram.
setelah nabi mengajak mereka untuk memeluk agama islam dan membacakan alquran, mereka saling melihat satu dengan yang lainnya, mereka saling berkata: Demi Allah.. kalian tahu bahwasanya ini adalah Nabi yang telah dijanjikan orang-orang yahudi, maka jangan Kalian ke dahuluan mereka untuk beriman kepadanya.
Akhirnya mereka masuk agama islam, berjanji sekembali ke madinah akan menyebarkan agama islam dan berjanji akan datang pada musim haji yang akan datang untuk bertemu kembali dengan Nabi SAW.

🍅 Dari cerita Siroh Nabawiyah di atas kita bisa melihat hasil dari dakwah Nabi muhammad sallallahu alaihi wasallam setelah menempuh kesabaran yang begitu panjang atas derita-derita yang dialami oleh Nabi SAW di kota mekkah. inilah hasil dari kesadaran Nabi SAW 11 tahun berdakwah tanpa mengenal lelah.Nabi SAW berdakwah bukan cuma kepada orang-orang Quraisy akan tetapi juga kepada Qabilah-Qabilah luar Quraisy yang datang ke mekah untuk haji.
11 tahun Nabi SAW mengalami keter-asingan yang gelap gulita di antara kaumnya, akan tetapi Nabi SAW tidak putus asa, tidak mengenal lelah dan tidak terpengaruh dengan semuanya itu.
11 tahun dari perjuangan dan kesabaran yang tanpa henti dijalan Allah Ta'ala inilah sebagai harga untuk membeli untuk berdirinya Negara Islam di Madinah dan menyebarnya agama Islam di penjuru dunia sehingga bisa mengalahkan negara Romawi dan keagungan raja Persi dan hilangnya kemajuan-kejuan negara-negara lain.
Sebetulnya Allah ta'ala mampu saja mendirikan negara islam tanpa melalui perjuangan yang begitu lama oleh Nabi SAW akan tetapi ini adalah sunnatullah pada hamba-hambanya ini adalah aturan Allah Ta'ala dalam hamba-hambanya; mereka tidak diberikan kemuliaan oleh Allah Ta'ala tanpa menyerahkan dan membayar dengan perjuangan yang panjang yang membedakan antara orang yang benar dan orang yang munafik.

Mari kita memperbanyak sholawat di bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

اللهم صلِ على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم